- Back to Home »
- Cerbung Boku No Sakura episode 16
Posted by : Unknown
Senin, 01 April 2013
Jam di dinding menunjukkan
jam 3 sore. Aku yang sejak pulang sekolah tadi hanya terbaring di kamar
beranjak kekamar mandi. Setelah bersiap-siap aku pun pergi ketempat biasa aku
dan shania ketemu.
Di pinggir danau hanya ada aku dan kicauan burung yang menambah riuh suasana.
Menunggu shania yang tak kunjung datang aku pun berniat untuk mengitari danau tersebut seraya mengulur waktu sampai shania datang. Dan di tengah langkah kaki ku berjalan tiba-tiba aku berhenti takjub selihat sebuah pohon yang begitu indah dengan bunga-bunga yang berwarna merah muda tak ubah seperti pohon sakura di jepang sana. Bahkan di bawahnya terdapat kursi yang terbuat dari kayu yang berbalut tanaman-tanaman bunga kecil yang menjalar dari tanah. Aku pun duduk di situ sambil menghadap ke danau yang luas. Memang tempat yang luar biasa yang pernah aku datangi.
"aku cari kemana-mana ternyata kamu disini" sapa shania datang sambil membawa sepedanya.
"kamu tuh yang dari tadi aku tungguin gak datang-datang" jawab ku cemberut.
"maaf deh, janji gak buat lagi" kata shania mengangkat tangan seraya mengeluarkan senyuman manisnya.
Di pinggir danau hanya ada aku dan kicauan burung yang menambah riuh suasana.
Menunggu shania yang tak kunjung datang aku pun berniat untuk mengitari danau tersebut seraya mengulur waktu sampai shania datang. Dan di tengah langkah kaki ku berjalan tiba-tiba aku berhenti takjub selihat sebuah pohon yang begitu indah dengan bunga-bunga yang berwarna merah muda tak ubah seperti pohon sakura di jepang sana. Bahkan di bawahnya terdapat kursi yang terbuat dari kayu yang berbalut tanaman-tanaman bunga kecil yang menjalar dari tanah. Aku pun duduk di situ sambil menghadap ke danau yang luas. Memang tempat yang luar biasa yang pernah aku datangi.
"aku cari kemana-mana ternyata kamu disini" sapa shania datang sambil membawa sepedanya.
"kamu tuh yang dari tadi aku tungguin gak datang-datang" jawab ku cemberut.
"maaf deh, janji gak buat lagi" kata shania mengangkat tangan seraya mengeluarkan senyuman manisnya.